DALAM HUJAN KITA JATUH CINTA

DALAM HUJAN KITA JATUH CINTA

engkau adalah suara ketika cinta berbicara, engkau adalah nurani ketika cinta mengasihi, engkau adalah air mata ketika cinta bersandar, engkau adalah malam ketika cinta bermimpi, engkau adalah waktu ketika cinta menunggu, engkau adalah embun ketika cinta membasuh, engkau adalah takdir ketika cinta berdoa, engkau adalah engkau yang tersebut perempuan

 

Namanya tito ersa saputra, mahasiswa semester akhir fakultas hukum universitas islam indonesia yogyakarta, dia baru saja menyelesaikan sekripsi dan sudah lulus sidang, lebih tepatnya tinggal menunggu diwisuda, tapi keberhasilanya menyelesaikan studi tepat waktu tak juga membuat hatinya tenang, malah dia semakin gundah dan resah, entah apa yang terjadi dalam hidupnya tapi itu benar-benar terjadi dalam hidupnya, kemana-mana dia tak merasa nyaman, hingga pada akhirnya dia memilih puncak gunung sindoro sebagai pelarian untuk mencari ketenangan.

Hari itu tito lelah melangkah, hanya demi sebuah ketenangan, namun lain halnya dengan mereka yang ceria dan bersemangat dalam melangkah menuju puncak gunung sindoro. Entah perasaan apa yang mengganggu tito, sampai dia tak habis fikir, dari kota yang ramai mencoba menepi di puncak gunung, tapi tetap saja perasaannya masih sama. Rasa kesal, ingin marah tapi tak tau masalah apa yang mengganggunya, yah dia berfikir sejenak, mungkin dengan mendaki gunung aku dapat ketenangan, ujarnya dalam hati.

Sampai dibumi perkemahan tepatnya dipos 3, hujan menyambut dengan derasnya, teriakan wanita dalam tenda memanggil, kak…..! sini kak masuk ke tenda, tanpa berfikir panjang tito berlari dan masuk kedalam tenda. Hah terimaksih dek ucap tito….! sama- sama kak… jawabnya. Dia sendrian di dalam tenda dan tito bertanya…..! sendirian aja dx…..? iya kak jawabnya. Lalu tito memperkenalkan dirinya, nama ku tito ersa saputra….! nama adek siapa…? nama ku nara adinda putri….kak.

Derasnya hujan dan badai yang semakin kencang memaksa mereka berada dalam satu tenda, hati tito berkata, wah mimpi apa ne gue bisa setenda dengan wanita secantik ini, huh….! membuat jantung ku berdebar saja….! apa mungkin dia anugrah dari Tuhan yang akan melengkapi perjalanan hidup ku, atau hanya persinggahan sesaat, yah…! entahlah bersyukur saja itu lebih baik.

Nara: kak malam ini kita tidur setenda aja ……!

Tito: yah beneran ne dek, ngk papa, kita satu tenda….!

Nara: Iya ngk papa kak, hujanya juga ngk reda, kondisi ngak memungkinkan untuk mendirikan tenda, entar malah sakit lhooo….! enak disini aja tinggal tidur heheheh…..!

Tito: Ok makasih ya…. sudah berbaik hati mengijinkan aku setenda dengan mu !

Nara: iya sama-sama kak…! lebih baik kita tidur sudah malem juga, dan besok pagi kita barengan aja naik ke puncak……! 

Tito: woke siap….! Bangunin aku ya, takutnya besok kesiangan heheheh

Nara: woke heheheh…. Jangan ngorok ya kalau tidur hahahah

Tito: wah aku biasanya kalau capek ngoroknya kenceng lho dek

Nara; sama donk,….! Jangan kaget ya kalau denger cewek ngorok hahhaha

Tito: iya santai saja …..dek..! sudah selamat malem…selamat bermimpi

Nara; selamat bermimpi juga kak…..!

Mereka berdua bersiap untuk tidur dan mulai memejamkan mata, akan tetapi sebelum mereka tertidur keduanya sama-sama berhayal, dalam hayalan nara, membayangkan kalau tito adalah arjuna yang dikirim Tuhan untuk menemani hidupnya, begitu juga sebaliknya tito pun memikirkan hal yang sama, seandainya dia  menjadi kekasih ku, sungguh indah hidup ini dan akan kujelajahi alam nusantara ini bersamanya. Keduanya mulai bermimpi, dan anehnya mereka berdua memimpikan hal yang sama, menjadi sepasang kekasih yang berpetualangan menjelajahi pesona alam nusantara ini. Sungguh indah mimpi mereka, saat mereka terbangun, tanpa sadar saling memandang dan keduanya menjadi salting(salah tingkah).

Nara; pagi kak…..!

Tito; pagi juga dek….!

Nara; mari siap-siap kak kita menuju puncak sindoro, oh ya kak bawa kamera kan.

Tito; iya dek, kakak bawa ni

Nara; nanti kita foto berdua yaa….!

Tito; harus donk….!

Nara; ayuk kak….aku sudah siap ne.

Tito; bentar dek..kakak masih nyiapin makanan dan minuman, buat bekal kita berdua.

Nara; adek juga udah bawa roti kak…sama cemilan

Nara; adek tunggu diluar ya kak

Tito; siap dedek cantik….

Nara; ah kakak ne mulai yaa…..! ayo cepetan ….!

Tito; ok ok…. !

Benih-benih cinta mulai tumbuh diantara hati mereka, semilir udara pagi digunung sindoro menjadi nuansa romantis sepasang insani yang sedang dimabuk cinta. Jalur pendakian yang cukup ekstrim tak terasa bagi lelahnya mereka, karena keduanya sedang bahagia dimabuk asmara. Sepanjang jalan menuju puncak mereka berdua bercanda dan tertawa lepas, sembari saling memunji.

Nara; kak sini kak kita selfi berdua…!

Tito; senyum ya …..kakak hitung ne…. 1….2…..3…jebret

Tito; bentar dek kita minta bantuan orang itu….buat foto kita berdua….! Mas tolong foto in kita berdua …!

Nara; kakak gendong adek ya….!

Tito: iya ayok sini …… !

Nara; kakak berkeringat ne…! sini biar adx usap pakek shal adx…!

Kemesraan mereka berlanjut sampai kepuncak sindoro, namun dalam perjalanan turun menuju ke tenda gerimis mengiringi langkah mereka, dan ditengah perjalanan nara terpeleset, kakinya terkilir.

Nara; aooo sakit kak….!

Tito; kenapa dek…….!

Nara; sepertinya kaki ku terkilir kak…!

Tito; ya sudah kakak gendong aja yaaa…!

Nara; beneran ne kakak kuat gendong adek….!

Tito; ya kuat dooonk…dari pada nanti kaki adek tambah sakit…

yah begitulah kisah cinta mereka, yang tak pernah mereka rencanakan sebelumnya dan pada akhirnya Tuhan mempertemukan mereka dan menjadikanya sepasang kekasih. Sebulan masa pendekatan dijalani mereka berdua dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, setelah  melangsungkan pernikahan, keduanya mulai mempersiapkan bekal untuk melanjutkan petualanganya.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*