Esay Tentang Tulisan Yang Punya Mimpi

Tulisan Yang Punya Mimpi
 
 
Telah disaksikan malam lamunan tak ber-otak, kini waktunya pagi berbicara.
Tidurlah untuk yang lelah, jangan lupakan doa untuk mimpi, esok kau akan tau bagaimana hujan menyambut sedu nafasmu atau air mata yang berbicara tanpa tanggung jawab.
waktu tak akan pernah usai untuk semua hayalan yang kau renungkan.
 
Menjadi apa atau bagaimana bukanlah perkara yang harus kau hitung seperti menghitung laba, kau tau nak tulisan bukan rupiah yang bisa kau gunakan untuk memenuhi hasrat mu.
Tulisan adalah dirimu, dimana semua cerita mu dan cerita dunia ini menjadi milik mu, kau bebas menuliskan apa saja tentang kenyataan atau imajinatif dalam otak.
Celoteh pagi; Perasaan dari tadi kau hanya menulis sebait judul lalu kau hapus, begitu terus berulang-ulang, seakan kau tak punya alur cerita yang pasti untuk kau sajikan.
 
Tuliskan saja nak, tak usah kau ragu dengan hasil yang akan kau dapat, ini bukan opini publik yang harus kau buat-buat alur ceritanya sehingga pembaca menyukai atau pun terkesan dengan tulisan mu. Ruang ini adalah tempat suara nurani untuk berbicara, dan tangan mu hanya perlu mengikuti apa yang dikatakan hati, tentang hasil yang terpenting bisa dibaca dan urusan makna itu biarlah pembaca yang berfikir sendiri.
 
Sekarang beralih lah kepada indra perasa, masukkan kata yang menarik hati, tapi ingat jangan melulu tentang cinta, sudah banyak perasaan mu kau habiskan untuk menuliskan tentang cinta. Saran ku di pagi ini, masukkanlah kata tidur, dengan tertidur tulisan mu akan terbangun dan bercerita kepada mu bahwa tulisan juga punya mimpi. selamat tidur dan bermimpi, semoga mimpi menjadi idola dalam tidur mu.
 
 
 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*