Kisah Cinta Dibalik Nama

Kupu-Kupu Senja

Ku ceritakan kepada desahan malam yang menyambut hangat lamunan, ini titik dari sebuah kehampaan, dimana semua tanya berbuah menjadi sesal, dan harapan kembali ke tong sampah. Ku rindui waktu hujan, memandang canda suka ria dari ejekan teman, tak ada beban yang harus dipikul, karena usia masih belia. Namun sebalik tanya, ketika tubuh digerogoti usia, semakin tajam memandang, semakin lelah dan rapuh.

Aku mengikuti senja entah kemana usia ini akan berlalu. Demi apa tulian ku, membuat otak resah menggores pena, kertas kosong terlihat pasrah, sajak-sajak mulai berbaris menyampaikan pesan, puisi mulai tersurat dari beranda hati, syair pun tak kalah diam ketika luasnya sunyi mulai berbisik. Bagaimana dengan waktu yang membuat resah dalam sepi, meradang rindu dari keluarga desa. Semua asa memenuhi ruang hampa dan terasa haus akan dahaga tenang.

Lanjut cerita, ketika datang kupu-kupu senja, lepaskan kata;  jogja adalah cinta yang tenang, usah kau usik dengan kata mu. Rimbunan kata maaf tak kan membuat mu mengerti, nikmatilah saja secangkir cinta ini….! Tertuang khusus untuk mu. Sedu dan rasalah, kala itu mulai merasuk dalam aliran darah mu…..! Nama-nama dari cinta yang lama akan berganti menjadi nama ku.

Melambai pagi menjemput duka, takdir-takdir yang tak dimulai menunjukan cintNya, melabuhkan kupu-kupu senja ditaman sunyi…..! Kebimbangan mulai bergeser kepada keyakinan, kuatkan jiwa melanjutkan hidup, tangan membuaka hati, lidah mengucap sumpah dan hati berdesih menyebut nama …….kupu-kupu senja.

Langkah kaki mulai menari kembali menjelajahi jalan terjal dan curam, terkadang tali mengikat tubuh tergantung track yang ingin dituju. Sampai lelah kepada puncak, yang disebut gunung persinggahan cinta. Aku yang ditemani kupu-kupu senja menyaksikan nirwana berjajar dengan mega-mega, lepaskan cahaya menampakkan senja. Dari balik tenda ku terdiam melihat kepakan sayap kupu-kupu senja, sesaat ku termangu dan dia menatap dengan cinta.

raila adinda putri nama tersembunyi dari ku yang terpanggil kupu-kupu senja, pagi secangkir teh kau tuangkan untuk ku, sembari kau bercanda dengan cinta ; hay cinta ku….. bagaimana…..! sudahkah aku yang menjadi nomer satu….? ya tak ada yang lebih luas dari nama mu sehingga hanya kamu yang berada disisi ku; jawab ku

raila; hemm begitu kah aku dihati mu …..? atau hanya sendawa mu…!

aku: heyyh sepenting itukah harus kujelaskan…….! bukankah engkau tlah menyaksikan betapa luas hamparan cinta ditamam hati ku, dan tak ada lain selain kamu dan aku

raila; yah sepertinya akupun akan bertahan menjaga nama mu didalam jiwa ku…..!

aku; udh sini tehnya… aku ingin menghangatkan pagi ku dengan sedunya senyum mu….!

raila; ya bersabarlah kekasih, secangkir teh ini seduan rasa yang ku punya,  bukan manis gula atau  rasa sepah dari teh itu, melainkan rasa yang menyuratkan perasaan ku

aku; kamu ada-ada aja …..? surat cinta mu kan sudah jelas menyetubuhi hati ku…!

raila; ya donk kan untuk mu, yang terbaik dalam hidup ku…..!

aku; ya yaa terimaksih untuk cinta mu…..dan kau akan terjaga dihati ku

raila; selepas ini kita melangkah ya…..!

aku: kemana….?

raila; ke tempat dimana kau pernah menyebut ku sebagai kupu-kupu senja….!

aku; eih masih ingat dengan nama itu….!

reila; ya donk…..! kan nama pertemuan dari cinta kita, itu juga yang membuat ku jatuh hati pada mu….!

aku; sepenggal kisah kupu-kupu senja dari mu oh dinda….!

Singkat waktu kita kembali dan berpindah cerita, dari semua waktu yang memberi detiknya ada hujan sempat menetes teduh dan memberi makna luas. Aku yang menuliskan singkat masih rindu untuk memperpanjang cerita, tapi entah bagaimana aku harus mengisahkanya karena terlalu indah jiwanya mengikat cinta ku.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*