Puisi Sedih

Ku Baca Dengan Air Mata
 
tersurat sampul kertas
nama mu melingkar dibawah merpati
dengan tegas kau lempar nama ku
pandangan rabun sejenak
air mata ini mulai melintasi jalan
perlahan menyayat-nyayat nurani
membentak rindu yang tak sempat bercumbu
tak berdarah luka mengajak mati
 
bertahun lamanya, ku diskusikan kamu kepada Tuhan
tentang cinta teruntuk mu
semua menjadi debu dan mngotori darah ku
nodai doa yang mengalir disekujur tubuh ku
dia mengalirkan sunyi kejurang nestapa
jauh tak terlihat lagi cinta
yang ada gelap, gelap dan gelap hidup ku
mereduplah api cinta dari tubuh ku
 
kini tabu malam semakin mengusik
mencari air mata yang lelah membaca, surat kabar dari hancurnya cinta 
dan tak lain bukan nama ku, yang bersanding dengan mu
 
bunga-bunga ditaman surga tlah melayu
menanyakan dosa, dari mana datangnya
ingin ku keluhkan, ternyata Tuhan sudah merelakan
ingin ku amarahkan, ternyata hujan meneduhkan
aku hanya meminta kepada mu 
jagalah payung suci, dari amanah cinta yang terjaga

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*