Kesedihan Mengingat Sang Mantan

Puisi dari sang mantan

Suatu ketika langit cerah dan rembulan dijaga ribuan bintang duduklah naysilla yang memandang kelangit, seraya hatinya berkata; lama tak terdengar kabar darinya aku merinduinya. Sungguh aku mengakui dosa yang menyakiti hatinya dan memilih memuaskan nafsu ketimbang cinta ku. Ya Tuhan dimana gerangan kekasihku dulu yang selalu menemani ku, saat sedih maupun bahagia dia slalu ada. Aku lalai telah melupakan dia, sedangkan dia amat baik kepada ku dan orang tua ku.
Ke esokan harinya ada teman SMA naysila yang datang mengunjunginya, dia bernama ana.
singkat cerita ana menceritakan perjalananya kepulau jawa yang mengemban tugas sebagai seorang dokter. Di suatu tempat ana berjumpa dengan seorang lelaki yang berambut panjang dan berjenggot, ana penasaran dengan lelaki itu, yang membuat ana penasaran kenapa lelaki itu bisa dihormati dan disegani padahal penampilanya seperti pengemis . Ana yang penasaran memberanikan diri mendekat, saat ana mendekat pemuda itu menoleh seketika itu ana sontak tercengang, orang ini mirip sekali dengan uwais teman SMA ku, lalu ana bertanya apakah anda uwais, jawab pemuda itu iya aku uwais. Aku ana uwais teman SMA mu, lalu kami pun berbicang dan mengenang masa lalu.
oh iya naysilla aku datang kesini itupun atas permohonan uwais dia menulis puisi untuk mu, ini…..! bacalah, maaf naysilla aku sudah membacanya .

naysiila

teruntuk mu wahai warna yang tak bisa kusebutkan jumplahnya
aku tak membedakanya karena aku masih mencintai mu
seperti hari-hari ku dulu kau tetaplah engkau dan aku tetaplah aku 
cinta tetaplah cinta bukan dusta yang akan kubawa mati

Dimana nafas ku ada disitu cinta ku berada
Tak ku kenang kisah ku dengan mu karena cinta mu menyertai ku
tiada yang salah dari cinta ku dan cinta mu, hanya saja Sang MAHA CINTA sedang menguji hati ku
Aku masih berdiri atas cinta ku kepada mu karena kesetiaan cinta ku menuju jalan TUHAN .

Ketika naysilla membaca puisi itu, ia mulai meneteskan air mata, teringat kenangan dan masa-masa indah dengan uwais. Air matanya terus berjatuhan dan semakin sedih ketika ia menatap foto dari wajah yang dia cinta. Ana yang disampingnya lalu memberinya tisu dan ana berakata;  Semua telah berlalu dan menjadi cerita masa muda, kita yang sudah mulai berusia, lebih baik berfikir positif dan menatap masa depan.

bersambung………………….!

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*